Posted by: denny | November 2, 2006

tentang antibiotika

Antibiotika tentu bukan sesuatu yang asing. Namun, bagaimana antibiotikaselayaknya digunakan, tak semua orang tahu. 

1. Apa sebetulnya manfaat antibiotika?Antibiotika adalah senyawa kimia yang dibuat untuk melawan bibit penyakit,khususnya kuman.
Ada beragam jenis kuman, ada kuman yang besar, ada yang
kecil, dengan sifat yang beragam pula.Kuman cenderung bersarang di organ tertentu di tubuh yang ditumpanginya.
Ada yang suka di otak, di paru-paru, di usus, saraf, ginjal, lambung,kulit, atau tenggorok, dan lainnya. Di organ-organ tempat bersarangnya itu,kuman tertentu menimbulkan infeksi. Kuman tipus menimbulkan penyakit tipusdi usus, kuman TBC di paru-paru, selain bisa juga di tulang, ginjal, otak,dan kulit. Kuman lepra di saraf dan kulit, kuman difteria di tenggorokan,tetanus di saraf, dan banyak lagi.Awalnya, ditemukan jenis antibiotika penisilin, lalu sulfa, yang digunakanuntuk mengobati semua penyakit infeksi. Sekarang, sudah berpuluh-puluhjenis antibiotika ditemukan, baik dari rumpun yang sama, maupun dari jenisyang lebih baru. Setiap antibiotika memiliki kemampuannya sendiri dalammelawan kuman. Itu sebab, setiap rumpun kuman memiliki penangkalnyamasing-masing yang spesifik. Namun, kebanyakan antibiotika bersifat serbamempan atau broadspectrum. Artinya, semua kuman dapat dibasminya.Selain itu, ada pula jenis antibiotika yang sempit pemakaiannya, spesifikhanya untuk kuman-kuman tertentu saja. Misalnya, antibiotika untuk kumanTBC (mycobacterium tuberculosis), untuk lepra atau kusta (mycobateriumleprae), atau untuk tipus (salmonella tyhphi). 

2.Kapan antibiotika digunakan?Antibiotika digunakan jika ada infeksi oleh kuman. Infeksi terjadi jikakuman memasuki tubuh. Kuman memasuki tubuh melalui pintu masuknyasendiri-sendiri. Ada yang lewat mulut bersama makanan dan minuman, lewatudara napas memasuki paru-paru, lewat luka renik di kulit, melalui hubungankelamin, atau masuk melalui aliran darah, lalu kuman menuju organ yangdisukainya untuk bersarang.Gejala umum tubuh terinfeksi biasanya disertai suhu badan meninggi, demam,nyeri kepala, dan nyeri. Infeksi di kulit menimbulkan reaksi merahmeradang, bengkak, panas, dan nyeri. Contohnya bisul. Di usus, bergejalamulas, mencret. Di saluran napas, batuk, nyeri tenggorok, atau sesak napas.Di otak, nyeri kepala. Di ginjal, banyak berkemih, kencing merah atauseperti susu.Namun, gejala suhu tubuh meninggi, demam, nyeri kepala, dan nyeri, bisajuga bukan disebabkan oleh kuman, melainkan infeksi oleh virus atauparasit. Dari keluhan, gejala dan tanda, dokter dapat mengenali apakahinfeksi disebabkan oleh kuman, virus, atau parasit.Penyakit yang disebabkan bukan oleh kuman tidak mempan diobati denganantibiotika. Untuk virus diberi antivirus, dan untuk parasit diberiantinya, seperti antimalaria, antijamur, dan anticacing. Jika infeksi olehjenis kuman yang spesifik, biasanya dokter langsung memberikan antibiotikayang sesuai dengan kuman penyebabnya. Misal bisul di kulit, tetanus,difteria, tipus, atau infeksi mata merah.Untuk infeksi yang meragukan, diperlukan pemeriksaan khusus untukmemastikan jenis kuman penyebabnya. Caranya dengan melakukan pembiakan(kultur) kuman. Bahan biakannya diambil dari darah atau air liur, dahak,urine, tinja, cairan otak, nanah kemaluan, atau kerokan kulit.Dengan biakan kuman, selain menemukan jenis kumannya, dapat langsungdiperiksa pula jenis antibiotika yang cocok untuk menumpasnya (tesresistensi). Dengan demikian, pengobatan infeksinya lebih tepat. Jika tidakdilakukan tes resistensi, bisa jadi antibiotika yang dianggap mampu sudahtidak mempan, sebab kumannya sudah kebal terhadap jenis antibiotika yangdianggap ampuh tersebut. 

3.Kenapa semakin banyak kuman yang kebal antibiotika?Pemakaian antibiotika di negara-negara sedang berkembang sering tidakterkontrol dan cenderung serampangan. Antibiotika yang bisa dibeli bebas,ketidaktahuan pemakaian, dan tidak dipakai sampai tuntas, menimbulkangenerasi kuman yang menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika yangdigunakan secara tidak tepat dan serampangan itu. Pemakaian antibiotikayang tidak dihabiskan, atau menebusnya setengah resep, misalnya.Semakin sering dan banyak disalahgunakan suatu antibiotika, semakin cepatmenimbulkan kekebalan kuman yang biasa ditumpasnya. Pemakaian antibiotikagolongan erythromycine yang paling banyak dan luas dipakai di dasawarsa80-an, semakin banyak melahirkan generasi kuman yang kebal terhadapnya.Lalu, dibuat generasi baru dari rumpun yang sama. Setiap beberapa tahun,lahir jenis generasi antibiotika baru untuk membasmi jenis kuman yang sudahkebal. Tentu, dengan harga yang lebih mahal. 

4.Apa efek samping antibiotika?Seperti obat umumnya, antibiotika juga punya efek samping masing-masing.
Ada yang berefek buruk terhadap ginjal, hati, ada pula yang mengganggukeseimbangan tubuh. Dokter mengetahui apa efek samping suatu antibiotika,sehingga tidak diberikan pada sembarang pasien. Pasien dengan gangguanhati, misalnya, tidak boleh diberikan antibiotika yang efek sampingnyamerusak hati, sekalipun ampuh membasmi kuman yang sedang pasien idap.Dokter perlu memilihkan antibiotika lain, mungkin kurang ampuh, namun tidakberefek pada hati.Namun, jika suatu antibiotika tidak ada penggantinya,antibiotika tetap dipakai, dengan catatan, bahaya efek samping pada seorangpasien memerlukan monitoring oleh dokter, jika dipakai untuk jangka waktuyang lama. Antibiotika untuk TBC, misalnya, yang diminum sedikitnya 6bulan, perlu pemeriksaan fungsi hati secara berkala, agar jika sudahmerusak hati, obat dipertimbangkan untuk diganti. 

5.Apa bahaya terlalu sering menggunakan antibiotika?Pemakaian antibiotika yang terlalu sering tidak dianjurkan. Di negara kita,orang bebas membeli antibiotika dan memakainya kapan dianggap perlu.Sedikit batuk pilek, langsung minum antibiotika. Baru mencret sekali,langsung antibiotika. Padahal belum tentu perlu. Kenapa? Belum tentu batukpilek disebabkan oleh kuman. Awalnya oleh virus. Jika kondisi badan kuat,penyakit virus umumnya sembuh sendiri. Yang perlu dilakukan pada penyakityang disebabkan oleh virus adalah memperkuat daya tahan tubuh dengan cukupmakan, istirahat, dan makanan bergizi. Pemberian antibiotika pada batukpilek yang disebabkan oleh virus hanya merupakan penghamburan dan merugikanbadan, sebab memikul efek samping antibiotika yang sebetulnya tak perluterjadi.Kasus batuk pilek virus yang sudah lama, yang biasanya sudah ditunggangioleh kuman, baru membutuhkan antibiotika untuk membasmi kumannya, bukanuntuk virus flunya. Tanda batuk pilek membutuhkan antibiotika adalah denganmelihat ingusnya. Yang tadinya encer bening sudah berubah menjadi kentalberwarna kuning-hijau. Selama ingusnya masih encer bening, antibiotika takdiperlukan.Minum antibiotika kelewat sering juga mengganggu keseimbangan flora usus.Kita tahu, dalam usus normal tumbuh kuman yang membantu pencernaan danpembentukan vitamin K. Selain itu, di bagian-bagian tertentu tubuh kitajuga hidup kuman-kuman jinak yang hidup berdampingan dengan damai dengantubuh kita. Di kemaluan wanita, di kulit, di mulut, dan di mana-mana bagiantubuh ada kuman yang tidak mengganggu namun bermanfaat (simbiosis).Terlalu sering minum antibiotika berarti membunuh seluruh kuman jinak yangbermanfaat bagi tubuh. Jika populasi kuman jinak yang bermanfat bagi tubuhterbasmi, keseimbangan mikroorganisme tubuh bisa terganggu, sehingga jamuryang tadinya takut oleh kuman-kuman yang ada di tubuh kita berkesempatanlebih mudah menyerang.Itu maka, banyak orang yang setelah minum antibiotika yang kelewat lama,kemudian terserang penyakit jamur. Bisa jamur di kulit, usus, seriawan dimulut, atau di mana saja. Keputihan sebab jamur pada wanita, antara lainlantaran vagina kelewat bersih oleh antisepsis yang membunuh kumanbermanfaat di sekitar vagina (Doderlein). 

6.Berapa lama seharusnya konsumsi antibiotika?Lama pemakaian antibiotika bervariasi, tergantung jenis infeksi dan kumanpenyebabnya. Paling sedikit 4-5 hari. Namun, jika infeksinya masih belumtuntas, antibiotika perlu dilanjutkan sampai keluhan dan gejalanya hilang.Pada tipus, perlu beberapa minggu. Demikian pula pada difteria, tetanus.Pling lama pada TBC yang memakan waktu berbulan-bulan. Termasuk pada kusta.Pada infeksi tertentu, setelah pemakaian antibiotika satu kir, perludilakukan pemeriksaan biakan kuman ulang untuk memastikan apakah kumansudah terbasmi tuntas. Infeksi saluran kemih, misalnya, setelah selesaisatu kir antibiotika dan keluhan gejalanya sudah tiada, biakan kumandilakukan untuk melihat apa di ginjal masih tersisa kuman. Jika masihtersisa kuman dan antibiotikanya tidak dilanjutkan, penyakit infeksinyaakan kambuh lagi.Termasuk pada infeksi gigi. Sakit gigi biasanya disebabkan oleh adanyakuman yang memasuki gusi dan tulang rahang melalui gigi yang bolong ataukeropos. Dalam keadaan demikian, gusi membengkak dan gigi nyeri.Antibiotika diberikan sampai keluhan nyeri gigi hilang. Jika antibiotikahanya diminum sehari-dua, kuman di dalam gusi belum mati semua, sehinggainfeksi gusi dan sakit gigi akan kambuh lagi. 

7.Kenapa antibiotika bisa tidak mempan?Antibiotika tidak mempan karena dua hal. Yang paling sering, kuman penyebabpenyakitnya sudah kebal terhadap antibiotika tersebut. Untuk itu perludicari antibiotika jenis lain yang lebih sensitif. Biasanya perlu dilakukantes resistensi mencari jenis antibiotika yang tepat.Yang kedua karena tidak dilakukan tes resistensi dulu dan langsungdiberikan antibiotika secara acak, sehingga kemungkinan pilihanantibiotikanya tidak tepat untuk jenis kuman penyebab penyakitnya.Antibiotikanya memang tidak mempan terhadap kuman penyebabnya.Kita mengenal ada kuman jenis gram-negatif. Untuk itu perlu antibiotikauntuk jenis kuman itu. Jika diberikan antibiotika untuk jenis kumangram-positif, tentu tidak akan mempan, sebab antibiotikanya salah sasaran.Atau bisa oleh karena infeksinya bukan disebabkan oleh kuman, melainkanoleh virus atau parasit. Jamur kulit tak mempan diberi salep atau krimantibiotika, misalnya. 

8.Apa artinya antibiotika yang keras?Artinya tidak perlu antibiotika dari generasi yang baru, kalau denganantibiotika klasik (golongan penicillin) masih mempan. Namun, untuk infeksiringan saja (flu), seringkali diberikan antibiotika generasi mutakhir.Selain jauh lebih mahal, tubuh pun memikul efek samping yang biasanya lebihberat. Semakin ampuh antibiotika, biasanya semakin keras pula efeksampingnya. Membunuh lalat tak perlu pakai panah, cukup ditepuk. Begitupula untuk infeksi enteng. Kalau bisa, jangan lekas-lekas memakaiantibiotika. Tubuh kita memiliki perangkat antibodi. Setiap bibit penyakit,apa pun jenisnya, yang masuk ke dalam tubuh, akan dibasmi oleh sistemkekebalan tubuh sendiri. Tubuh baru menyerah kalah jika bibit penyakitnyasangat ganas, jumlahnya banyak, dan dayatahan tubuh sedang lemah.Tidak setiap kali dimasuki bibit penyakit, tubuh kita akan jatuh sakit.Jika kekebalan tubuh prima, bibit penyakit yang sudah memasuki tubuh akangagal menginfeksi, dan kita batal jatuh sakit. Infeksi umumnya baru terjadijika tubuh sedang lemah. Untuk itu, perlu bantuan zat anti yang dikirimdari luar. Kiriman zat anti dari luar itulah yang diperankan olehantibiotika. 

9.Kenapa orang bisa pingsan usai minum atau disuntik antibiotika?Adakalanya, sehabis minum atau disuntik antibiotika bisa pingsan.Orang-orang tertentu yang berbakat alergi, umumnya tidak tahan terhadapantibiotika golongan penisilin, baik yang diminum maupun yang disuntikkan.Beberapa menit sampai beberapa jam sesudahnya muncul reaksi alergi. Rasatebal dan gatal di bibir, pusing, mual, muntah, lalu pingsan. Jika ringanhanya gatal-gatal mirip biduran. Reaksi hebat bisa menimbulkan reaksi kulitmelepuh, berbisul-bisul (Steven-Johnson syndrome).Bagi yang berbakat alergi, perlu dites dulu sebelum mendapat suntikanantibiotika golongan penisilin. Jika positif, jangan diberikan. Atau jikapernah ada riwayat gatal sehabis minum atau disuntik antibiotika, buatlahcatatan, agar lain kali dapat mengingatkan dokter kalau tidak tahanantibitioka tersebut. Sekarang reaksi alergi terhadap antibiotika sudahjarang terjadi, sebab tersedia banyak pilihan antibiotika yang lebih ungguldari penisilin tanpa risiko alergi. 

10. Apakah semua antibiotika hanya untuk diminum?Tidak. Selain dalam bentuk obat minum (oral), ada juga dalam bentuksuntikan (parenteral), salep, krim, supositoria (dimasukkan ke liang duburatau vagina); lotion, dan tetes. Infeksi kulit memakai salep atau krimantibiotika, infeksi mata merah memakai tetes atau salep mata, infeksitelinga tengah memakai tetes kuping antibiotika, keputihan kuman dipakaiantibiotika berbentuk peluru yang dimasukkan ke dalam vagina (bagi yangsudah menikah, tidak buat yang masih gadis).Antibiotika streptomycine, garamycine, hanya dalam bentuk suntikan, tidaktersedia dalam bentuk tablet atau kapsul. Sebaliknya, kebanyakanantibiotika yang diminum belum tentu ada dalam bentuk suntikannya. Tapi,ada juga antibiotika baik dalam bentuk suntikan maupun yang diminum.Membubuhi serbuk antibiotika pada lubang gigi yang sakit seperti kebiasaansementara orang atau pada luka, tidak terlalu tepat. Efek penembusanantibiotika ke jaringan gusi yang terinfeksi tidak sebaik jika diminum,atau bisa menyerap optimal seperti antibiotika yang sudah dalam bentuksalep atau krim jika untuk dipakai pada kulit 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: